TARING.ID – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyebaran informasi palsu terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 yang beredar di media sosial. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan hingga saat ini belum ada pendaftaran CPNS melalui tautan yang beredar luas di berbagai platform digital.
Peringatan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lampung Selatan, Mhd Dharma Kurniawan, menyusul ditemukannya sebuah tautan pendaftaran CPNS yang dipastikan tidak resmi dan berpotensi menjadi sarana penipuan digital.
Menurut Dharma, informasi yang mengarahkan masyarakat untuk mendaftar melalui situs tertentu merupakan hoaks yang sengaja dibuat untuk menjebak calon korban. Ia menegaskan, informasi tersebut telah diklarifikasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan dinyatakan tidak benar.
“Konfirmasi dari BKN menyatakan bahwa informasi maupun tautan pendaftaran CPNS 2026 yang beredar tersebut adalah hoaks,” ujar Dharma, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku umumnya berupa phishing atau pencurian data pribadi melalui situs palsu yang menyerupai laman resmi pemerintah. Korban biasanya diminta mengisi data penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat surat elektronik, hingga kata sandi akun pribadi.
Data tersebut kemudian berisiko disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital, mulai dari pembobolan akun hingga penyalahgunaan identitas.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah tergiur informasi yang menjanjikan proses pendaftaran CPNS secara cepat atau dibagikan melalui akun-akun tidak resmi. Warga juga diminta selalu melakukan verifikasi sebelum mengakses tautan yang berkaitan dengan rekrutmen aparatur sipil negara.
BKD Lampung Selatan menegaskan seluruh informasi resmi mengenai seleksi ASN, baik CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hanya akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
Dharma mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi di ruang digital agar tidak menjadi korban penipuan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap pembukaan seleksi CPNS.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas. Pastikan seluruh informasi terkait pengadaan ASN diperoleh dari kanal resmi pemerintah,” tegasnya. (*)






