Lampung Jadi Sorotan Nasional, Gubernur Mirza Tekankan Harmoni dan SDM di Mahasabha KMHDI


TARING.ID – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan penghormatan khusus atas kontribusi panjang masyarakat Hindu/Bali di Provinsi Lampung yang telah berlangsung sejak 1956. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kongres Nasional Mahasabha XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Rabu, 1 April 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya filosofi Tri Hita Karana sebagai landasan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Lampung.

“Konsep filosofi Tri Hita Karana, yakni harmoni dengan Tuhan, sesama, dan alam, sangat relevan untuk terus diimplementasikan, terutama di Provinsi Lampung yang majemuk,” ujar Mirza.

Ia juga mengapresiasi terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut. Menurutnya, Mahasabha XIV menjadi momentum strategis bagi KMHDI dalam menentukan arah organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan yang visioner.

Baca Juga :  Peringatan HUT Ke-76 Satpol PP, Gubernur Mirza: Jaga Ketertiban dan Stabilitas Daerah

“Di forum ini, arah organisasi ditentukan, kepemimpinan dipilih, dan ide-ide terbaik diuji,” katanya di hadapan peserta kongres.

Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa tantangan di era digital menuntut hadirnya pemimpin yang berintegritas dan berpegang teguh pada nilai-nilai Dharma. Ia mendorong kader KMHDI untuk tetap konsisten menjaga nilai tersebut di tengah perubahan zaman yang cepat.

Selain itu, Gubernur menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci kemajuan daerah. Ia mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam inovasi, khususnya pada sektor strategis seperti pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

“Penguatan SDM, membuka akses ekonomi, dan pemerataan pembangunan menjadi kunci mewujudkan Lampung yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tegasnya.

Terkait kondisi ekonomi, Mirza menyebut sektor pertanian menunjukkan tren positif seiring kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kenaikan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong dinilai telah berdampak pada peningkatan kesejahteraan sekitar 1,5 juta petani di Lampung.

Baca Juga :  Dorong Produktivitas ASN, Pemprov Lampung Sosialisasikan Aturan Jam Kerja

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memuji Lampung sebagai contoh nyata keberhasilan persatuan dalam keberagaman. Ia menyebut Lampung sebagai “laboratorium Bhinneka Tunggal Ika” yang mencerminkan wajah Indonesia masa depan.

“Semua suku, budaya, adat, dan agama ada di Lampung. Tetapi mereka hidup rukun dan saling menghormati. Inilah prototipe Indonesia ke depan,” ujar Muzani.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan peningkatan kualitas SDM, khususnya di sektor pendidikan. Muzani menyinggung kondisi di Universitas Lampung (Unila) di mana kursi Fakultas Kedokteran masih banyak diisi oleh lulusan luar daerah.

Baca Juga :  Buka Musrenbang RKPD Pringsewu, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Sektor Unggulan Daerah

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung,” pesannya.

Ketua Umum PP KMHDI, I Wayan Darmawan, turut mengapresiasi kemajuan pembangunan infrastruktur dan terjaganya keharmonisan antarumat beragama di Lampung. Ia bahkan menyebut Lampung sebagai teladan dalam semangat kebhinekaan.

“Dulu dikenal dengan jalan berlubang, tapi sekarang kami melihat pembangunan infrastruktur berjalan baik. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap umat Hindu sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif.

Acara pembukaan Mahasabha XIV KMHDI ini turut dihadiri sejumlah anggota DPR dan DPD RI, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Rektor Unila Lusmeilia Afriani, Bupati Lampung Tengah, serta tokoh nasional Anas Urbaningrum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *