Cegah Banjir, Bandar Lampung Gelar Aksi Massal Bersih Drainase Hingga Tingkat RT


TARING.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem dengan menggelar aksi bersih drainase secara serentak di seluruh wilayah, Jumat, 17 April 2026. Langkah ini merupakan respons atas peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait potensi curah hujan tinggi pada 17–18 April.

Instruksi langsung diberikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, melalui gerakan “Jumat Bersih” yang melibatkan 126 kelurahan di 20 kecamatan. Tidak hanya bersifat rutin, kegiatan kali ini difokuskan sebagai upaya mitigasi konkret untuk mencegah banjir melalui optimalisasi fungsi drainase kota.

Baca Juga :  HUT ke-54 Korpri, Wali Kota Eva Dwiana Pimpin Upacara Pengibaran Bendera

Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, mengatakan pembersihan dilakukan menyasar titik-titik krusial seperti drainase utama, gorong-gorong, hingga saluran air di permukiman warga yang rawan tersumbat.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah preventif menghadapi potensi lonjakan debit air sesuai prediksi BMKG,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tumpukan sedimen dan sampah selama ini menjadi faktor utama berkurangnya kapasitas saluran air, bahkan hingga 70 persen. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu genangan hingga banjir jika tidak segera ditangani.

Baca Juga :  Selamat! Pemkot Bandar Lampung Buka 5891 Formasi PPPK Paruh Waktu, Cek Rincian & Pendaftarannya

Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota juga mewajibkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya aksi bersih serta melaporkan kondisi riil di wilayah masing-masing. Laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan langkah lanjutan oleh Satgas Bencana Kota Bandar Lampung.

Baca Juga :  Kisah Siti Khodijah, Ibu Tunggal di Pidada yang Dapat Perhatian Pemkot

Hendry menambahkan, keberhasilan penanganan drainase tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat.

“Mitigasi banjir bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan kesiapan sistem drainase yang terintegrasi. Karena itu, kolaborasi lintas wilayah dan partisipasi warga sangat menentukan,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, Pemkot Bandar Lampung berharap risiko genangan dapat ditekan sekaligus membangun budaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin meningkat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *